Hidup berdampingan tidak mensyaratkan keyakinan yang sama. Menghormati perbedaan berarti memberi ruang bagi orang lain untuk memegang keyakinannya, tanpa harus berpura-pura bahwa semua pandangan menyatu. Pembedaan ini membantu melihat toleransi sebagai sikap terhadap sesama, bukan tuntutan untuk menghapus perbedaan iman.
AGAMATOGEL: menghormati bukan berarti menyamakan
Surah Al-Kafirun kerap dijadikan rujukan dalam pembicaraan tentang toleransi beragama. Surah ke-109 dalam Al-Qur'an ini terdiri atas enam ayat dan termasuk surah Makkiyah; bagian penutupnya sering dikutip dengan kalimat, "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." [1]
Namun, kalimat itu tidak berdiri sebagai penjelasan tunggal untuk setiap persoalan hubungan antarumat beragama. Sumber yang sama memuat penekanan bahwa ayat 1β6 berbicara tentang tidak adanya toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan. Sumber itu juga mencatat penafsiran lain: surah tersebut dipahami dalam konteks ketika umat Muslim di Makkah menghadapi bujukan untuk bergabung dengan kaum musyrik Quraisy. [1]
Ragam penekanan itu penting. Surah Al-Kafirun memang populer sebagai dasar pembicaraan tentang toleransi, tetapi mengutip satu ayat saja tidak serta-merta menjawab semua pertanyaan tentang batas keyakinan dan cara memperlakukan pemeluk agama lain. [1] Lebih jernih jika ayat tersebut dibaca tanpa menjadikannya slogan bahwa semua perbedaan harus diabaikan ataupun bahwa sikap saling menghormati menuntut kesepakatan dalam ibadah.
Membedakan batas iman dari sikap terhadap orang lain
Sebagai kerangka praktis, perbedaan keyakinan dapat diakui tanpa menjadikan perbedaan itu alasan untuk merendahkan pemeluknya. Menghormati orang lain tidak harus berarti menganggap semua ajaran sama, mengikuti semua ritual, atau mengubah keyakinan sendiri. Sebaliknya, mempertahankan keyakinan juga tidak mengharuskan seseorang menuntut orang lain agar berpandangan serupa.
Dalam contoh hipotetis, seseorang dapat menyampaikan bahwa ia tidak mengikuti ibadah tertentu, sembari tetap berbicara dengan hormat kepada orang yang menjalankannya. Sikap ini berbeda dari menghindari perbedaan sepenuhnya: diam mungkin menunda percakapan, tetapi belum dengan sendirinya menunjukkan apakah ruang bagi keyakinan yang berbeda benar-benar dihargai.
Karena itu, ukuran yang berguna bukan apakah semua orang mencapai kesimpulan yang sama, melainkan apakah perbedaan dapat diakui tanpa paksaan atau penghinaan. Menghormati bukan berarti menghapus batas keyakinan; artinya, batas itu tidak perlu berubah menjadi tuntutan agar orang lain menjadi sama.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Surah Al-Kafirun. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=26018426&title=Surah_Al-Kafirun (diakses 2026-10-02).